Kompasianer Kupas Tuntas Mobil Kota Nissan

Sentul, KompasOtomotif – Nissan Motor Indonesia (NMI) bertukar pendapat dengan 28 Kompasianer, saat mengupas tuntas soal New Nissan March, di acara Rally Wisata Bareng New Nissan March, Sabtu (7/6/2014).
Kompasianer peserta Rally Wisata ini berkesempatan langsung merasakan performa New March dari Jakarta menuju Pasar Ah Poong, Sentul City, Jawa Barat. Usai menguji city car andalan NMI ini, para blogger tersebut langsung memberikan testimonial dan masukan terkait New March, yang langsung dijawab GM Strategi Pemasaran dan Komunikasi NMI, Budi Nur Mukmin.
Didit, salah satu peserta bertanya soal efisiensi bahan bakar New March, terkait March generasi sebelumnya sempat dikritik oleh konsumen karena pemakaian bahan bakar yang tidak sesuai klaim. Budi menjelaskan, banyak faktor yang mempengaruhi pemakaian BBM, termasuk cara berkendara, dan kondisi lalu lintas.
“Pertanyaan soal efisiensi BBM akan muncul pada semua jenis mobil dan selalu menjadi perdebatan. Saya ingin memberikan gambaran bahwa, standar pengujian pemakaian bahan bakar di setiap negara itu berbeda. Nissan March sudah diuji di Jepang dan mendapatkan hasil 20 kpl, begitu juga di Thailand. Tapi, metode pengujian di sana berbeda dengan di Indonesia. Pengetesannya tidak dijalanan, dengan melewati jalanan yang macet seperti di sini,” jelas Budi.
Dilanjutkannya, cara berkendara yang baik dan benar akan membuat pemakaian BBM semua kendaraan, tidak hanya March, menjadi lebih baik. “Jangan selalu menginjak pedal gas secara terburu-buru. Tidak selalu menggeber kendaraan, dan biasakan jangan mengerem mendadak. Kalau semua itu dilakukan, saya rasa BBM akan lebih irit,” lanjut pria kalem ini.
Kenyamanan kabinAda beberapa peserta yang juga memberikan masukan terkait kenyamanan kabin New March, baik menjadi pengemudi atau sebagai penumpang. Jok semi-bucket yang terpasang di kursi depan, ternyata tidak membuat seorang M Arif Rahman nyaman. Dia memberikan masukan bahwa untuk orang yang memiliki badan besar (gemuk), tidak terlalu nyaman duduk di jok semi sporty seperti yang ada di New March.
Peserta wanita juga terlihat aktif bertanya, seperti yang bertanya soal material yang dipakai terkait perbedaan sensitifitas kulit pengemudi. Lalu, kebiasaan menggapai tuas-tuas di bagian bawah seperti pembuka kap mesin atau tutup tanki bensin. Dan ada yang meminta New March sudah dipasangkan talang air di bagian kacanya.
“Semua masukan-masukan seperti ini sangat berguna bagi kami dalam pengembangan setiap varian. Terima kasih teman-teman Kompasianer atas kritik positifnya, dan ini menjadi bahan yang berharga buat tim perencanaan produk Nissan Motor Indonesia,” tutup Budi.

Related Posts:

Kawasaki Z250SL, Versi Telanjang Ninja RR Mono

Jakarta, KompasOtomotif – Kawasaki Z250 punya tandem yang lebih ringan dan ringkas. Dia adalah Z250SL (Super Lightweight) yang merupakan versi naked (telanjang) dari Ninja RR Mono. PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) meluncurkannya di Central Park, Jakarta Selatan, Rabu (30/4/2014), sebagai debut dunia.

Karena ringan dan ringkas, targetnya adalah pengguna di perkotaan untuk pemakaian sehari-hari. Bobotnya cuma 148 kg, diklaim memiliki pengendalian yang lincah, serta punya tingkat ergonomis yang baik untuk dipakai ngantor dan nongkrong, bahkan menembus kemacetan.

Tampilannya sporty dan agresif, berkat rangka teralis baja yang diperlihatkan jelas. Di segmen ini, Kawasaki akan bermain sendirian tanpa kompetitor untuk sementara ini, dan semakin menguatkanline up sepeda motor sport di Indonesia.
Mesin masih mengandalkan versi yang sama dengan Ninja RR Mono, DOHC 1 silinder 249 cc. Setang lebar tapi secara keseluruhan sepeda motor tampil ramping. Lampu depan dan belakang sama dengan RR Mono dengan desain minimalis.

Suspensi depan teleskopik 37 mm, sementara di belakang menerapkan suspensi Uni-Trak. Sokbreker ini bisa disetel lima tingkat kenyamanan berbeda sesuai selera. Pelek sporty 10 palang melengkapi penampilannya seperti moge. Versi ABS juga disiapkan sebagai opsi tambahan.

Sepeda motor ini drakit di pabrik Kawasaki baru di Cibitung dan mulai dilempar ke para pengguna Mei ini. Z250SL dijual dalam dua tipe, versi standar dengan banderol Rp 38,9 juta dan versi yang dilengkapi ABS diberi label Rp 44,9 juta.

Related Posts:

Pantura jadi Ujian Terakhir Avanzanation Journey 2014

Semarang, KompasOtomotif - Tim Avanzanation Journey 2014 wilayah Indonesia Tengah melanjutkan perjalanan menuju kota tujuan terakhir Jakarta. Dari Semarang, Jawa Tengah rombongan sengaja memilih jalur Pantai Utara Pulau Jawa karena lebih efektif untuk tiba di Jakarta. 

Jalur yang dilalui terbilang cukup ekstrem karena banyak lubang menghadang. Maklum, jalan tersebut merupakan jalur utama bagi truk-truk pengangkut barang, lintas Pulau Jawa sehingga aspal mudah rusak karena berat menanggung beban mereka.

Aspal Bolong
Dari Semarang (8/3/2014) rombongan berangkat mulai pukul 22.00 WIB melintasi Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, dan Tegal. Perjalanan dilibas dengan kecepatan menengah 70-80 kpj, jalur relatif aman dengan beberapa aspal bolong menghadang di beberapa bagian. 
Kelincahan Avanza kali ini diuji kebolehannya. Liak-liuk menghindari lubang kami lakukan, tentu dengan penuh perhitungan tidak mengganggu pengguna jalan lain. Stabilitas mumpuni didapat dari paket suspensi yang handal. Keselamatan jadi yang utama!

Tim sempat melepas lelah di Tegal, menikmati secangkir kopi hangat sejenak. Kemudian kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Memasuki Kabupaten Brebes dan Cirebon jalan yang kami lalui semakin ekstrem. 

Memang Pantura sudah dikenal baik sebagai jalur dengan banyak aspal bolong. Lebih hebat lagi, baru berlalunya musim hujan dan banjir di beberapa kota sepanjang jalur ini membuat lubang yang dihadapi lebih dalam lagi. Perbaikan jalan belum 100 persen selesaikan sehingga menuntut kewaspadaan lebih seluruh anggota tim.
Sekali lagi tim Avanzanationn Journey beruntung, karena mengendarai mobil dengan ground clearance 200 mm, paling tinggi dikelasnya. Begitu banyak lubang yang kami hadapi di jalur ini, tidak satupun ada gejala mentok. Sasis Unibody, juga membuat Avanza terasa lebih kokoh melibas jalan berlubang.

Related Posts: