China Terasa Manis buat Volvo

Stockholm, KompasOtomotif - Setelah menjadi merek berdarah setengah China, membuat Volvo merasa harus bisa menikmati pasar domestik. Juni lalu, merek yang lahir di Swedia ini berhasil mencatatkan penjualan positif, naik 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di bawah naungan pemilik baru, Zhejiang Geely Holding Group, Volvo mulai terbiasa menikmati topangan penjualan dari pasar China. Dalam pernyataan resmi, penjualan 22014 mencapai 43.132 unit mobil pada bulan keenam. 

Hasil ini berkat lompatan penjualan hingga 30 persen di China, yang saat ini sudah resmi menjadi pasar terbesar Volvo di dunia. Di tanah kelahiran, Swedia, penjualan juga naik 22 persen. Keduanya, berhasil mengompensasi penurunan penjualan 10 persen yang terjadi di Amerika Serikat.

Jika ditotal dalam enam bulan pertama 2014, sudah terjual 229.013 unit mobil di pasar global, naik 10 persen dari periode tahun sebelumnya. "Penjualan Volvo Cars terus tumbuh setiap bulan dalam setahun berkat permintaan kuat di beberapa pasar kunci," tulis Volvo dalam keterangan resmi, seperti dilansir Automotive News Europe (1/7/2014).

Hasil penjualan juga  didapat berkat larisnya model XC60, dengan kenaikan 10 persen. Juga model lain seperti V40 dan V60, di mana jumlah keduanya meningkat 21 persen. Dengan setengah langkah di 2014, Volvo semakin optimis bisa mengejar target penjualan 800.000 unit pada 2020 atau dua kali lipat dari yang diperoleh pada 2013 lalu.

Related Posts:

0 Response to "China Terasa Manis buat Volvo"

Posting Komentar