Mobil Otonomos Google Kini Punya Setir dan Pedal

California, KompasOtomotif - Google Inc akhirnya memperkenalkan prototipe paling lengkap mobil otonomos mereka. Menjawab semua pro dan kontra, mobil berteknologi tinggi yang mampu bergerak sendiri tanpa bantuan manusia ini diputuskan untuk memiliki setir dan pedal agar bisa dikendalikan di keadaan darurat.

Secara keseluruhan, versi nyata mobil otonomos Google tak jauh berbeda dengan versi prototipe yang sudah diperkenalkan pada Mei lalu. Sama seperti sebelumnya, Google ingin mengujinya terlebih dahulu di jalan-jalan California, Amerika Serikat, pada 2015. Mobil ini akan menjadi acuan terakhir kemudian penyempurnaan bakal mendasari produksi massal.

Dimensi mobil produksi tidak berbeda dibanding prototipe, namun ada beberapa perbaikan. Selain akhirnya membekali dengan setir dan pedal, bentuk 2-pintu dan spion yang mematuhi regulasi kendaraan. Fitur seperti lampu depan, pelek, sensor pada atap, dan radar di bagian depan benar-benar berfungsi dengan desain lebih produksi.

“Kami sekarang memasukan semua sistem bersamaan ke mobil fungsi ini. Inilah protipe lengkap kami untuk otonomos,” ujar Google dalam blog resmi seperti dilansir dari Car Advice, Selasa (23/12/2014).

Related Posts:

Mobil Murah Datsun yang Melebihi Ekspektasi

Jakarta, KompasOtomotif - Sebanyak 21 blogger Kompasiana (Kompasianer) mendapat kesempatan emas untuk melakukan pengujian Datsun Go dan Go+ Panca, dalam acara "Kompasiana Drive&Ride: Tantangan Hemat KompasOtomotif", Minggu (21/12/2014).

Sebenarnya, acara ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efisiensi bahan bakar dari Datsun Go dan GO+ Panca. Tapi, para Kompasianer ini juga memanfaatkannya untuk mengeksplorasi lebih jauh mengenai mobil murah dari Datsun tersebut.

Beberapa di antaranya mengaku cukup terkejut dengan performa dari Go dan Go+ Panca, yang cukup melebihi ekspektasi, namun masih dianggap ada kekurangan di beberapa sektor. Meski demikian, kesimpulan yang didapat dua model Datsun ini masih positif.

"Akselerasinya mantap, ternyata tarikannya lumayan. Buat manuver juga cukup ringan, jadi enak saat diajak menyalip," jelas Dizzman, salah satu Kompasianer yang mengemudi dari kantor redaksiKompasOtomotif menuju Taman Budaya, Sentul.

KompasOtomotif-Donny AprilianandaKompasianer menerima tantangan dari KompasOtomotif.
Senada dengan Dizzman, Dzulfikar yang berkesempatan menguji Datsun Go dari Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah menuju Palmerah, melalui jalan biasa (non-tol), juga meyebutkan Datsun Go termasuk dalam kategori lumayan untuk LCGC.

"Saya pikir awalnya tetap berkendara di tol, ternyata lewat jalan biasa, jadi harus ketemu dengan beberapa titik kemacetan. Catatannya, hanya persneling agak sedikit berat dan sedikit bising di dalam kabin," jelas Dzulfikar.

Dalam tantangan ini peserta memulai perjalanan dari kantor redaksiKompasOtomotif di Palmerah, Jakarta Selatan, menuju Taman Budaya, Sentul City, Bogor. Setelah itu dilanjutkan menuju Hotel Santika di TMII untuk istirahat dan makan siang. Lalu berlanjut kembali ke Palmerah, melalui rute jalan TB Simatupang, Lebak Bulus dan Pondok Indah.

Angka paling irit pada tantangan ini mencapai 18,9 kpl dan urutan kedua dengan catatan 18,8 kpl. Posisi ketiga mencapai angka efisiensi 18,0 kpl. Sedangkan redaksi KompasOtomotif mencapai angka 19,6 kpl.

Related Posts:

Ini Rentang Harga Sepeda Motor Listrik Zero di Indonesia

Jakarta, KompasOtomotif – Garansindo Technologies menyatakan siap dengan pemesanan sepeda motor listrik merek Zero, Januari 2015 mendatang. Konsumen yang berminat memboyong tunggangan made in Amerika itu bisa membukukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) mulai awal tahun sembari menunggu peluncuran resmi pada Februari.

"Saat ini sudah ada puluhan pemesan, tapi di tahap awal kami hanya mendata dulu. Aktivitas SPK akan tetap dilakukan mulai Januari," jelas Dhani M Yahya, Managing Director Garansindo Technologies, Rabu (17/12/2014), di Jakarta, dalam test ride khusus untuk media.

Peminat yang ingin melakukan pemesanan cukup menyediakan tanda jadi minimal Rp 20 juta. Dhani mengatakan bahwa unit akan didatangkan utuh dari Amerika Serikat sekitar akhir Februari 2015. Sementara pengiriman dilakukan Maret.

Harga
Garansindo menjual beberapa tipe sepeda motor listrik Zero. Model FX dengan baterai 2,8 KWh dibanderol Rp 175 juta. Lalu ada model S 9,4 KWh Rp 230 juta, DS Rp 230 juta, dan SR Rp 290 juta. Semua harga off the road Jakarta. Untuk model Military dan Police harga akan diumumkan dalam waktu dekat.

Untuk mendukung peluncuran resmi pada Februari, Garansindo akan sekaligus membuka showroom utama di Jl Kemang Raya Utara, Jakarta Selatan. "Untuk saat ini kami akan fokus di Jakarta dulu. Tapi jika ada konsumen di luar Jakarta tetap bisa kami layani," tegas Dhani.

Related Posts:

Berpotensi Terbakar, BMW "Recall" i8

Los Angeles, KompasOtomotif - BMW Amerika Serikat mengumumkan kampanye perbaikan massal (recall) untuk mobil sport hibridanya, i8.Recall dilakukan karena ditemukan potensi kebakaran yang terjadi pada i8.

BMW berkoordinasi dengan Lembaga Nasional Administrasi Keselamatan Jalan Raya (NHTSA) di Amerika Serikat, mengeluarkan perintah penarikan ini setelah ditengarai ada masalah dengan sistem kelistrikan pada mobil.

Masalah itu ada di pengelasan dari baut ke tangki bahan bakar, untuk memasang kabel bawah  antara sasis kendaraan dan tangki bahan bakar. Proses pengelasan digunakan untuk menempelkan kabel dan dikhawatirkan terjadi kebocoran bahan bakar. Dikarenakan dekat dengan sumber pengapian, maka bila terjadi kebocoran akan menyebabkan kebakaran.

Seperti dilansir Inautonews, Kamis (11/12/2014), Belum dilaporkan adanya kasus kebakaran yang terjadi akibat masalah ini, termasuk korban jiwa. BMW dan NHTSA langsung bergerak cepat menarik i8 yang beredar di AS, sebelum benar-benar terjadi kasus kebakaran.

Tercatat ada 238 unit i8 yang ditarik karena masalah ini. Unit tersebut adalah yang diproduksi pada periode 16 Mei 2014 sampai 16 September 2014. Pemilik mobil ini akan diberitahu oleh jaringan BMW dan mobilnya diperbaiki secara gratis.

Related Posts:

Yamaha Luncurkan Mio Generasi Ketiga

Bogor, KompasOtomotif - Setelah separuh bagiannya diperlihatkan di IMOS 2014, November lalu, Yamaha akhirnya resmi meluncurkan Mio M3 Blue Core di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/12/2014). Skutik "entry level" ini disebut M3 karena merupakan generasi ketiga Mio dari yang pertama kali diluncurkan mulai 2003.

Yamaha membekali Mio baru dengan mesin, desain, dan kelengkapan baru. Paling diandalkan, mesin berkapasitas 125 cc, berpendingin udara, SOHC, berteknologi Blue Core, menghasilkan tenaga 9,25 PS pada 8.000 rpm, dan torsi 9,6 Nm pada 5.500 rpm.

Teknologi Blue Core diklaim menawarkan sistem pembakaran lebih ideal sehingga menawarkan rata-rata konsumsi BBM lebih irit 50 persen ketimbang Mio mesin karburator (edisi 2008).

Yamaha menawarkan Mio M3 Blue Core dalam dua varian pilihan, pelek jari-jari dan palang (casting wheel). Tersedia enam pilihan warna kombinasi yang ditawarkan, menyasar pada target konsumen remaja hingga dewasa, rentang usia 17-25 tahun, yakni Mention Black, Trending Yellow, Hashtag Brown, Selfie Red, Chat White, Tweet Magenta.

Yamaha Mio M3 Blue Core dibanderol Rp 13,08 juta dan Rp 13,98 juta, on the road Jakarta. Banderol ini hanya promosi dan segera dinaikkan, kemungkinan Januari 2014 ketika gaji karyawan perkantoran biasa naik, seiring inflasi yang terjadi.

Related Posts: